Thursday, November 12, 2015

6R yang Harus Kita Lakukan di Lingkungan Sekitar

Apabila disekitar rumah kalian banyak terdapat sampah atau limbah,kalian dapat melakukan usaha-usaha sebagai berikut.

a. Reuse
Memanfaatkan ulang(reuse), yaitu menggunakan kembali barang bekas tanpa pengolahan bahan, untuk tujuan sama atau berbeda dari tujuan asalnya/awalnya.Misalnya kaleng bekas minuman dapat digunakan sebagai tempat pensil,kotak bekas sepatu dapat digunakan kembali sebagai tempat menyimpan surat.

b. Recycle
Mengolah kembali(recycle), yaitu kegiatan yang memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk digunakan lebih lanjut.Kertas daur ulang  dan kompos  merupakan contoh hasil kegiatan recycle.

c. Reduce
Mengurangi(reduce), adalah semua bentuk kegiatan atau prilaku yang dapat mengurangi produksi sampah.

d. Replace
Mengantikan dengan bahan yang dapat dipakai ulang(replace), adalah upaya mengubah kebiasaan yang dapat mempercepat produksi sampah, terutama sampah yang mempunyai sifat sukar diolah dan berbahaya. Contohnya adalah menganti kebiasaan memakai kantong palstik dengan kertas atau daun.

e. Refill
Refill artinya mengisi kembali wadah-wadah produk yang dipakai.Misalnya membeli minyak goring,sabun yang memiliki wadah,pada kesempatan berikutnya belilah hanya isinya, karena wadahnya sudah tersedia. Membeli isinya saja harganya saja sudah lebih murah karena produsen  menghitung harga penjualan barang dengan memasukkan biaya kemasan barang tersebut.

f. Repair
Repair artinya melakukan pemeliharaan atau perawatan agar tidak menambah prosuksi limbah. Contohnya menggunakan peralatan rumah tangga yang terbuat dari platik atau pecah belah dengan ahti-hati sehingga tidak cepat rusak


Dinegara-negara maju, tindakan reuse, recycle, dan repair telah diterapkan masyarakat. Sudah selayaknya kamu sebagai pelajar menerapkan pola hidup mengurangi limbah dalam kehidupan sehari-hari dan member contoh pada masyarakat sekitar.


Sumber : https://pengelolaanlimbah.wordpress.com/category/g-mengurangi-limbah-dalam-kehidupan-sehari-hari/

Permasalahan Limbah

Limbah  menjadi masalah  serius terutama di perkotaan. Contohnya limbah pabrik dibuang ke lingkungan sekitar yang mengakibatkan pencemaran udara dan  air tanah, selain masalah tersebut terdapat TPA dan TPS yang tidak dikelola dengan baik sehingga menjadi sumber binatang maupun bakteri pembawa penyakit.

Limbah rumah tangga yang dibuang di pinggir jalan kota.
Seiring dengan melajunya waktu, pertumbuhan penduduk, dan perkembangan tekhnologi, mengakibatkan bertambahnya jenis dan volume limbah, sehingga belum semua limbah penduduk terlayani oleh fasilitas umum pengolahan sampah Akibatnya sebagian masyarakat yang mencari jalan keluar sendiri dengan membakarnya, atau membuang kesungai yang tentunya bukanlah jalan keluar yang baik, karena akan lebih memperparah kerusakan lingkungan. Jumlah pabrik industri semakin banyak dan penduduk Indonesia yang tinggal diperkotaan semakin meningkat dari tahun ke tahun.Terkonsentrasinya pabrik-pabrik industri dan penduduk didaerah perkotaan membuat daya dukung lingkungan untuk menyerap bahan pencemar semakin menurun.

Menurut Ign Suharto 2011, terdapat 3 faktor  yang berpengaruh pada kualitas limbah :

1. Jumlah penduduk
Semakin banyak jumlah penduduk, semakin banyak pula limbah yang dihasilkan.

2. Keadaan sosial ekonomi
Semakin tinggi keadaan sosial ekonomi masyarakat, semakin banyak pula jumlah per kapita limbah yang dibuang. Kualitas limbahnyapun banyak yang bersifat tidak dapat terurai. Perubahan kalitas sampah ini, tergantung pada bahan yang tersedia, peraturan yang berlaku serta kesadaran masyarakat akan persoalan limbah. Kenaikan kesejahteraan inipun akan meningkatkan kegiatan konstruksi dan pembaharuan bangunan-bangunan, transportasi, produk pertanian,  industri, dan lain-lain. Sebagai konsekuensi dari semua itu akan menambah volume dan jenis sampah.

3. Kemajuan teknologi
Kemajuan teknologi akan menambah jumlah maupun kualitas limbah, karena pemakaian bahan baku yang semakin beragam, cara pengepakan dan produk manufaktur yang semakin beragam pula.

Perkembangan lingkungan permukiman di perkotaan tidak terlepas dari pesatnya laju pertumbuhan penduduk karena faktor pertumbuhan penduduk kota itu sendiri dan faktor urbanisasi. Dampak negatif urbanisasi yang telah berlangsung selama ini lebih disebabkan oleh tidak seimbangnya peluang untuk mencari nafkah di daerah perdesaan dan perkotaan, sehingga memunculkan adanya daya tarik kota yang dianggap mampu memberikan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat perdesaan atau luar kota, sementara latar belakang kapasitas dan kemampuan para pendatang sangat marjinal.

Selain itu, akibat dari semakin bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya maka bertambah pula limbah yang dihasilkan. Limbah tersebut menjadi permasalahan lingkungan karena kuantitas maupun tingkat bahayanya dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup lainnya.

Berdasarkan informasi dari Kementerian lingkungan Hidup, setiap individu menghasilkan rata-rata 0,8 kilogram sampah per hari. Rata-rata limbah per orang akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya kesejahteraan dan gaya hidup masyarakat. Dengan asumsi 220 juta penduduk Indonesia, limbah yang terbuang mencapai 176.000 ton per hari . (Nusa Idaman Said, 2008 :78)

Dampak limbah
Penanganan limbah masih dilakukan secara konvensional belum dapat mengendalikan limbah yang ada. Limbah yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan.  Polusi bau dari sampah yang membusuk, pencemaran air akibat pembuangan limbah ke sungai dan merembesnya air lindi dari TPA (tempat pembuangan akhir) dan limbah cair pabrik ke permukiman dan sumber air penduduk, serta pencemaran udara akibat asap pabrik dan asap kendaraan bermotor dan pembakaran sampah .

Pencemaran air sungai akibat pembuangan limbah juga membawa dampak negatif pada kesehatan manusia, terutama dengan meningkatnya penyakit diare serta biaya pengolahan air baku untuk air minum yang terus meningkat. Bahkan seringkali terjadi, terutama pada musim kemarau, kualitas air baku sudah tercemar berat akibatnya sulit diolah menjadi air yang layak diminum, sehingga bahan baku air minum harus didatangkan dari sumber yang lain.

pencemaran logam berat di lingkungan akan berdampak pada manusia
Pengaruh  limbah terhadap kesehatan dapat dikelompokkan menjadi efek langsung dan tidak langsung, sebagai berikut :
  • Efek langsung; efek yang disebabkan karena adanya kontak langsung dengan limbah tersebut. Misalnya limbah beracun, limbah yang korosif terhadap tubuh, karsinogenik, teratogenik, dan lain-lain. Selain itu ada pula limbah yang mengandung kuman patogen, sehingga dapat menimbulkan penyakit. Limbah beracun jg akan membawa dampak langsung pada manusia seperti keracunan bahkan kematian. limbah ini dapat berasal dari limbah rumah tangga selain limbah industri.
  • Efek tidak langsung; pengaruh tidak langsung ini dapat dirasakan masyarakat akibat proses pembusukan, pembakaran, dan pembuangan limbah. Dekomposisi limbah biasanya terjadi secara aerobik, dilanjutkan secara fakultatif, dan secara anaerobik apabila oksigen telah habis. Dekomposisi anaerobik akan menghasilkan lindi (leachate) beserta gas. Di dalam lindi tersebut mengandung mikroba patogen, logam berat dan zat lainnya yang berbahaya. Selain itu efek tidak langsung lainnya dapat berupa penyakit bawaan vektor yang berkembang biak di dalam limbah.
Penyakit yang di akibatkan limbah sangat banyak dan dapat berupa penyakit tidak menular, menular, potensi kebakaran, keracunan, dan lain-lain. Berikurt merupaka beberapa penyakit yang diakibatkan baik secara langsung mauapun tidak langsung dari limbah :

Nama Penyakit dan pembawanya
Penyebab Penyakit/Patogen
Bawaan lalat :  Dysenterie basillarisDysenterie amoebicaTyphus abdominalisCholeraAscariasisAncylostomiasis
Shigella shigae Entamoeba histolytica Salmonella typhy Vibrio cholerae A. lumbricoide A. duodenale
Bawaan tikus/pinjal : PestLeptospirosis icterohaemorrhagicaRat bite Fever
Pasteurella pestis Leptospira icterohaemorrhagica Streptobacillus monilliformis
Keracunan :MetanKarbonmonoksida, DioksidaHidrogen sulfidaLogam berat, dst.

Sumber : Beneson, A., 1970 dalam Soemirat, Juli, 2004

Limbah apabila tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkab bencana, yaitu :
  1. Sumber penyakit
  2. Pencemaran lingkungan
  3. Kematian

Lokasi dan pengolahan limbah yang kurang memadai (pembuangan limbah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme pembawa patogen seperti lalat dan tikus yang dapat menjangkit penyakit, misalnya bahaya kesehatan pada manusia seperti : Penyakit diare, tifus, bahkan demam berdarah karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolahan tidak tepat dapat bercampur air minum.

Limbah rumah tangga selain membahayangkan kesehatan manusia, limbah ini juga sangat berpengaruh terhadap kelestarian dan lingkungan yang ada di sekitar kita. Contoh limbah rumah tangga yaitu penggunaan sebun detergen untuk mencuci, air cucian itu kemudian dibuang keselokan dan merembes ke air tanah, air selokan mengalir ke sungai dan seterusnya kelaut. Karena adanya limbah-limbah rumah tangga ini itu akan sangat membahayangkan kelestarian lingkungan disekitar yang ada. Penguraian limbah yang dibuang kedalam air akan menghasilkan asam organik.

Sistem pengelolaan limbah terpadu dinilai tepat dan dapat diterapkan untuk memecahkan permasalahan limbah, penanganan limbah  dari segi teknologi tidak akan tuntas hanya dengan menerapkan satu metode saja tetapi harus dengan kombinasi dari berbagai metode yang kemudian dikenal sebagai Sistem Pengelolaan Limbah Terpadu. Sistem Pengelolaan Limbah Terpadu tersebut setidaknya mengkombinasikan pendekatan pengurangan sumber sampah, daur ulang & guna ulang, pengkomposan, insinerasi dan pembuangan akhir (landfilling).


Pengurangan sumber limbah industri berarti perlunya teknologi proses yang nirlimbah serta packing produk yang ringkas/ minim serta ramah lingkungan.Sedangkan bagi rumah tangga berarti menanamkan kebiasaan untuk tidak boros dalam penggunaan  barang-barang keseharian. Untuk pendekatan daur ulang dan guna ulang diterapkan khususnya pada limbah non organik seperti kertas, plastik, alumunium, gelas, logam dan lain-lain. Sementara untuk limbah organic missal daun kering dapat didaur ulang, salah satunya dengan pengkomposan.



Sumber : https://pengelolaanlimbah.wordpress.com/category/c-permasalahan-limbah/

Pemanfaatan Ulang dan Daur Ulang Limbah

          Komponen utama dalam manajemen sampah modern yaitu 6R (Reuse, Reduce,  Recycle, Replace, Refill, and Repair) pada  bahasan ini  dikonsentrasikan pada Reuse (Pemanfaatan) dan Recycle (Daur Ulang). Limbah dapat dikurangi dengan cara pemanfaatan ulang dan mendaur  ulang limbah. Daur ulang adalah penggunaan kembali material atau barang yang sudah tidak digunakan, menjadi produk lain. Jika pengguanaan langsung tanpa melalui proses daur ulang, disebut pemanfaatan ulang. Pemanfaatan ulang dan mendaur  ulang limbah dapat mengurangi jumlah limbah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai.

          Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemrosesan material baru untuk proses produksi. Pada pemahaman yang terbatas, proses daur ulang harus menghasilkan barang yang mirip dengan barang aslinya dengan material yang sama, contohnya kertas bekas harus menjadi kertas dengan kualitas yang sama, atau busa polistirena bekas harus menjadi polistirena dengan kualitas yang sama. Seringkali, hal ini sulit dilakukan karena lebih mahal dibandingkan dengan proses pembuatan dengan bahan yang baru. Jadi, daur ulang adalah proses penggunaan kembali material menjadi produk yang berbeda. Bentuk lain dari daur ulang adalah ekstraksi material berharga dari sampah, seperti emas dari prosessor komputer, timah hitam dari baterai, atau ekstraksi material yang berbahaya bagi lingkungan, seperti merkuri.

          Proses daur ulang alumunium dapat menghemat energi dan mengurangi polusi udara jika dibandingkan dengan ekstraksi alumunium dari tambang hingga prosesnya di pabrik. Penghematan yang cukup besar pada energi juga didapat dengan mendaur ulang kertas, logam, kaca, dan plastik.

a. Tujuan  pemanfaatan ulang dan daur ulang  limbah
Daur ulang dan pemanfaatan ulang  mempunyai beberapa tujuan, antara lain sebagai berikut:
1) mengurangi jumlah limbah untuk mengurangi pencemaran,
2) mengurangi penggunaan bahan baku yang baru,
3) mengurangi penggunaan energy atau sumber daya alam,
4) mengurangi polusi,
5) mengurangi kerusakan lahan,
6) dan menguangi emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru.
7) mendapatkan penghasilan karena dapat dijual kembali

b. Langkah pemanfaatan ulang
Pemilahan
Pengumpulan
Pemilahan
Pendistribusian

c. Langkah daur ulang  limbah
Pemilahan
Pengumpulan
Pemrosesan
Pendistribusian
Pembuatan produk dan penjualan.

d. Limbah yang dapat di daur ulang dan dimanfaatkan ulang
Jenis-jenis limbah yang dapat dimanfaatkan memlalui proses daur ulang antara lain sebagai berikut:

1)     Limbah Bahan bangunan
Material bangunan bekas yang telah dikumpulkan dihancurkan dengan mesin penghancur, kadang-kadang bersamaan dengan aspal, batu bata, tanah, dan batu. Hasil yang lebih kasar bisa dipakai menjadi pelapis jalan semacam aspal dan hasil yang lebih halus bisa dipakai untuk membuat bahan bangunan baru semacam bata.

2)       Limbah  Baterai
Banyaknya variasi dan ukuran baterai membuat proses daur ulang bahan ini relatif sulit. Mereka harus disortir terlebih dahulu, dan tiap jenis memiliki perhatian khusus dalam pemrosesannya. Misalnya, baterai jenis lama masih mengandung merkuri dan kadmium, harus ditangani secara lebih serius demi mencegah kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia.Baterai mobil umumnya jauh lebih mudah dan lebih murah untuk didaur ulang.

3)       Limbah  Barang Elektronik
Material yang dapat didaur ulang dari barang elektronik misalnya adalah logam yang terdapat pada barang elektronik tersebut (emas, besi, baja, silikon, dll) ataupun bagian-bagian yang masih dapat dipakai (microchip, processor, kabel, resistor, plastik, dll). Namun tujuan utama dari proses daur ulang, yaitu kelestarian lingkungan, sudah jelas dapat menjadi tujuan diterapkannya proses daur ulang pada bahan ini meski manfaat ekonominya masih belum jelas.

4)       Limbah  Logam
Besi dan baja  adalah jenis logam yang paling banyak didaur ulang di dunia. Termasuk salah satu yang termudah karena mereka dapat dipisahkan dari sampah lainnya dengan magnet. Daur ulang meliputi proses logam pada umumnya; peleburan dan pencetakan kembali. Hasil yang didapat tidak mengurangi kualitas logam tersebut.Contoh lainnya adalah alumunium, yang merupakan bahan daur ulang paling efisien di dunia. Namun pada umumnya, semua jenis logam dapat didaur ulang tanpa mengurangi kualitas logam tersebut, menjadikan logam sebagai bahan yang dapat didaur ulang dengan tidak terbatas.


5)       Limbah  Kaca
Kaca dapat juga di daur ulang. Kaca yang didapat dari botol dan lain sebagainya dibersihkan dair bahan kontaminan, lalu dilelehkan bersama-sama dengan material kaca baru. Dapat juga dipakai sebagai bahan bangunan dan jalan. Sudah ada Glassphalt, yaitu bahan pelapis jalan dengan menggunakan 30% material kaca daur ulang.

6)       Limbah  Kertas
Kertas juga dapat didaur ulang dengan mencampurkan kertas bekas yang telah dijadikan pulp dengan material kertas baru. Namun kertas akan selalu mengalami penurunan kualitas jika terus didaur ulang. Hal ini menjadikan kertas harus didaur ulang dengan mencampurkannya dengan material baru, atau mendaur ulangnya menjadi bahan yang berkualitas lebih rendah.Plastik dapat didaur ulang sama halnya seperti mendaur ulang logam. Hanya saja, terdapat berbagai jenis plastik di dunia ini. Saat ini di berbagai produk plastik terdapat kode mengenai jenis plastik yang membentuk material tersebut sehingga mempermudah untuk mendaur ulang. Suatu kode di kemasan yang berbentuk segitiga 3R dengan kode angka di tengah-tengahnya adalah contohnya. Suatu angka tertentu menunjukkan jenis plastik tertentu, dan kadang-kadang diikuti dengan singkatan, misalnya LDPE untuk Low Density Poly Etilene, PS untuk Polistirena, dan lain-lain, sehingga mempermudah proses daur ulang


7)       Limbah Daun Kering
Sampah daun kering dapat didaur ulang menjadi kompos. Kompos dapat dimanfaatkan sendiri atau dijual untuk pupuk tanaman.

8)       Limbah  Plastik
Limbah plastik dapat di daur ulang dengan jalan dilarutkan dan diproses lagi menjadi bahan pembungkus atau pengepak untuk berbagai keperluan, misalnya tas, botol minyak pelumas,botol minuman dan botol sampo. Plastik dapat didaur ulang sama halnya seperti mendaur ulang logam. Hanya saja, terdapat berbagai jenis plastik di dunia ini. Saat ini di berbagai produk plastik terdapat kode mengenai jenis plastik yang membentuk material tersebut sehingga mempermudah untuk mendaur ulang. Suatu kode di kemasan yang berbentuk segitiga 3R dengan kode angka di tengah-tengahnya adalah contohnya. Suatu angka tertentu menunjukkan jenis plastik tertentu, dan kadang-kadang diikuti dengan singkatan, misalnya LDPE untuk Low Density Poly Etilene, PS untuk Polistirena, dan lain-lain, sehingga mempermudah proses daur ulang
Jenis kode plastik yang umum beredar diantaranya:
a) PET (Polietilena tereftalat). Umumnya terdapat pada botol minuman atau bahan konsumsi lainnya yang cair.
b) HDPE (High Density Polyethylene, Polietilena berdensitas tinggi) biasanya terdapat pada botol deterjen.
c) PVC (polivinil klorida) yang biasa terdapat pada pipa, rnitur, dan sebagainya.
d) LDPE (Low Density Polyethylene, Polietilena berdensitas rendah) biasa terdapat pada pembungkus makanan.
e) PP (polipropilena) umumnya terdapat pada tutup botol minuman, sedotan, dan beberapa jenis mainan.
f)  PS (polistirena) umum terdapat pada kotak makan, kotak pembungkus daging, cangkir, dan peralatan dapur l     ainnya

9)      Aluminium
Kaleng bekas makanan atau minuman dapat didaur ulang untuk dibuat kaleng pengemas.

e.  Limbah yang langsung dapat dimanfaatkan ulang
Sebagian limbah dapat dimanfaatkan kembali secara langsung tanpa melalui proses daur ulang. Limbah ynag dapat dimanfaatkan langsung adalah sebagai berikut:

1) Ampas tahu.
Ampas tahu dapat digunakan sebagai pakan ternak.Ampas tahu mengandung gizi yang tinggi yang diperlukan untuk petumbuhan dan perkembangan ternak.

2) Eceng gondok,
Eceng gondok dapat menjadi limbah perairan jika populasinya terlalu banyak.Eceng gondok dapat dimanfaatkan untuk membuat barang kerajinan, seperti tas. (Tim Penulis PS, 2009 : 34)



Sumber : https://pengelolaanlimbah.wordpress.com/category/d-daur-ulang-dan-pemanfaatan-ulang-limbah/

Limbah Organik dan Limbah Anorganik

Limbah Organik    

            Limbah organik yaitu kelompok limbah yang terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan. Limbah jenis ini dihasilkan oleh kegiatan manusia berupa pertanian, perikanan, perternakan, rumah tangga, dan industry. Limbah organik secara alami mudah diuraikan oleh mikroorganisme.

            Limbah organik yang berasal dari makhluk hidup mudah membusuk karena pada makhluk hidup terdapat unsur karbon (C) dalam bentuk gula (karbohidrat) yang rantai kimianya relative sederhana sehingga dapat dijadikan sumber nutrisi bagi mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur. Hasil pembusukan limbah organik oleh mikroorganisme sebagian besar adalah berupa gas metan (CH4) yang juga dapat menimbulkan permasalahan lingkungan. 

Berikut ini adalah bahan-bahan yang termasuk sampah organik :
1. Bahan sisa pertanian : jerami, daun-daunan, dan sayur-sayuran
2. Bahan sisa dapur : sisa potongan sayur, sisa ikan, sisa tepung, dan kulit buah
3. Bahan sisa makanan : campuran makanan dan minuman yang tersisa
4. Bahan sisa pasar : buah busuk, bumbu mentah, dan sayuran yang tidak laku terjual
5. Kayu : sisa gergajian, potongan kayu maupun konstruksi atau mebel yang rusak, dan kontainer kayu


Limbah Anorganik


            Limbah anorganik yaitu kelompok limbah yang tidak mudah hancur atau diuraikan oleh aktivitas mikroorganisme. Beberapa limbah anorganik sama sekali tidak dapat diuraikan, dan sebagian dapat diuraikan tetapi membutuhkan waktu yang sangat lama. Bahkan seperti plastik dan karet diikelompokkan sebagai limbah anorganik. Bahan-bahan tersebut sulit diurai oleh mikroorganisme sebab unsur karbonnya membentuk rantai kimia yang kompleks dan panjang (polimer).


Sumber : Pendidikan Lingkungan Hidup - Kelas X Smt. II

Undang-Undang Pengelolaan Lingkungan Hidup Nomor 23 Tahun 1997


Undang-Undang Pengelolaan Lingkungan Hidup Nomor 23 Tahun 1997
(UUPLH No. 23/1997)

Pengelolaan lingkungan didefinisikan sebagai “Suatu upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup”.

Pokok-pokok yang datur dalam UUPLH meliputi :
1.     Asas, tujuan, dan sasaran pengelolaan lingkungan hidup
2.     Hak, kewajiban, dan peran serta setiap orang dalam pengelolaan lingkungan hidup
3.     Kewenangan pengelolaan lingkungan hidup
4.     Pelestarian fungsi lingkungan hidup
5.     Persyaratan penataan lingkungan hidup dan pengawasan
6.     Penegakan hukum lingkungan (sanksi administrasi, penyelesaian sengketa lingkungan   melalui   pengadilan dan di luar pengadilan serta penegakan hukum pidana) 



Sumber : Pendidikan Lingkungan Hidup - Kelas X Smt. II

Monday, November 9, 2015

Pelaksanaan Etika Lingkungan dalam Berbagai Aktivitas


Hidup ramah lingkungan adalah gay ahidup yang mencoba untuk mengurangi penggunaan sumber daya alam dan harta pribadi yang dilakukan oleh pribadi maupun masyarakat. Sikap ramah terhadap lingkungan hidup harus bias menjadi suatu kebiasaan yang dilakukan oleh setiap manusia dalam menjalankan kehidupan baik dalam lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Etika lingkungan hendaknya diwujudkan dalam tingkah laku kita sehari-hari, untuk itu diperlukan adanya kesadaran lingkungan, dan kepedulian untuk menjaga kelestarian lingkungan. 
Beberapa contoh tindakan yang sesuai dengan etika lingkungan adalah sebagai berikut :
1.    Membuang sampah (misal bungkus permen) pada tempatnya. Jika belum menemukan tempat sampah, bungkus permen itu hendaknya dimasukkan ke saku terlebih dahulu sebelum dibuang pada tempatnya.
2.    Menggunakan air seecukupnya, jika tidak digunakan matikan kran. Dari kran yang menetes selama semalam, dapat ditampung air sebanyak 5 – 10 liter, cukup untuk minum bagi 2 orang dalam sehari. Ingat sesungguhnya air itu tidak hanya untuk manusia, tetapi juga untuk makhluk yang lain.
3.    Hemat energi. Matikan lampu listrik jka tidak digunakan. Jika anda memasak air, kecilkan api kompor tersebut segera setelah air mendidih. Menggunakan api yang besar ketika air mendidih hanya akan memboroskan bahan bakar.
4.    Tidak membunuh hewan yang ada di lingkungan, menangkap, atau memeliharanya. Jika kita membunuh hewan maka akan mengurangi jumlah populasinya dan apabila dilakukan terus menerus hewan tersebut akan punah.
5.    Tidak memetik daun, bunga, ranting, atau menebang pohon, tanpa tujuan yang jelas dan bermanfaat. Jika kita menebang pohon secara liar maka hutan akan gundul sehingga berakibat tanah longsor, banjir dan kekeringan saat musim kemarau.
6.     Gemar menanam bunga, merawat tanaman, dan melakukan penghijauan.
7.     Mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.

8.     Mengembalikan hewan atau tumbuhan ke habitat aslinya.


Sumber : Pendidikan Lingkungan Hidup - Kelas X Smt. II

Pengertian Etika Lingkungan

                Etika dalam konsep lingkungan hidup sangat penting karena berkaitan dengan perilaku manusia, agar dengan etika orang dapat mengenal dan memahami nilai dan norma-norma yang membimbing perilaku proses individual dan social terhadap alam dan lingkungan hidupnya. Kata etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “Ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan. Pengertian ini berkaitan dengan kebiasaan hidup, baik yang terdapat pada diri seseorang maupun suatu masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi yang lain. Secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan. Sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia etika mempunyai arti sebagai “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)”.


                Ada tiga teori mengenai pengertian etika, yaitu etika Deontologi, etika Teologi dan etika Keutamaan. Etika Deontologi, berasal dari bahasa Yunani Deon yang berarti kewajiban. Etika Deontoloogi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Menurut teori ini tindakan dikatakan baik bukan karena tindakan itu mendatangkan akibat baik, melainkan berdasarkan tindakan baik pada dirinya sendiri. Etika Teologi, berasal dari bahasa Yunani telos yang berarti tujuan, sasaran, akibat dan hasil. Menurut teori ini, suatu tindakan dikatakan baik jika tujuannya baik serta membawa akibat yang baik dan berguna. Sedangkan Etika keutamaan adalah mengutamakan pengembangan karakter moral pada diri setiap orang.

                Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi kelangsungan kehidupan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lain baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Pengertian lingkungan menurut UU No. 32 Tahun 2009 adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan makhluk termasuk manusia dan perilakunya yang memengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, serta kesejahteraan manusia dan makhluk hidup yang lain. Jadi, etika lingkungan merupakan kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya. Etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga.

                Adapun hal-hal yang terus diperhatikan sehubungan dengan penerapan etika lingkungan yaitu sebagai berikut :
1.       Manusia merupakan bagian dari lingkungan yang tidak terpisahkan sehingga perlu menyayangi semua kehidupan dan lingkungannya selain dirinya sendiri
2.       Manusia sebagai bagian dari lingkungan, hendaknya selalu berupaya untuk menjaga terhadap pelestarian, keseimbangan dan keindahan alam
3.       Kebijaksanaan penggunaan sumber daya alam yang terbatas termasuk bahan energy


Dalam kehidupan sehari-hari, manusia hidup dan berinteraksi dengan lingkungannya, interaksi tersebut terjadi antara komponen biotik dan komponen abiotik serta social budaya. Pada awalnya interaksi tersebut berjalan serasi, selaras dan seimbang, namun dengan ilmu yang dimiliki serta kemajuan teknologi yang bersifat eksploitasi terhadap alam sehingga muncul berbagai permasalahan lingkungan. Dalam upaya mengatasi masalah lingkungan, langkah awalnya dengan mengubah cara pandang dan perilaku manusia terhadap alam secara mendasar melalui etika lingkungan.



Sumber : Pendidikan Lingkungan Hidup - Kelas X Smt. II