Friday, February 8, 2013

Kerusakan lingkungan karena kegiatan manusia

Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan manusia :

  • Kerusakan hutan


Hutan merupakan parunya dunia, yang dapat menyeimbangkan oksigen di udara, dibutuhkan oleh manusia dan hewan. Hutan merupakan tempat hidup sumber makanan bagi manusia dan hewan. Hutan juga berfungsi mengatur keberadaan air di muka bumi, mengatur kesuburan tanah, mempengaruhi unsur klimatologis, penampung flora dan fauna, serta penghasil kayu dan rotan. 

Bentuk kerusakan hutan yang disebabkan oleh kegiatan manusia antara lain :
  1. Pemanfaatan sumber daya hutan secara berlebihan, seperti penebangan pepohonan untuk keperluan  industri
  2. Pengalihan fungsi hutan untuk areal pertanian, pemukiman atau kegiatan pertambangan. Pengalihan fungsi hutan tersebut dengan cara menebang atau membakar hutan, sehingga terjadi penyempitan hutan.
Akibat yang diderita dengan rusaknya hutan antara lain :
  1. Punahnya berbagai jenis hewan dan tumbuh-tumbuhan, sehingga berkurangnya keanekaragaman hayati
  2. Terjadi perubahan iklim karena tidak berfungsinya lagi pengaturan klimatologi seperti suhu, hujan, sinar matahari
  3. Terjadi kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim penghujan
  4. Terjadinya lahan kritis, tanah tidak subur lagi, sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik

  • Pencemaran lingkungan
Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup atau, zat, energy dan atau komponen lain ke dalam lingkungan. Berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas lingkungan menurun sampai ke tingkat tertentu atau tidak lagi sesuai dengan peruntukan sehingga tidak berfungsi. Masuknya limbah hasil kegiatan manusia ke dalam suatu wilayah tertentu menyebabkan kualitas lingkungan wilayah tersebut menjadi berubah tidak lagi sesuai dengan peruntukannya. Contoh peruntukan air sungai antara lain untuk mandi, tetapi karena tercemar dan dapat menimbulkan penyakit gatal-gatal, maka air sungai tersebut tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan mandi. 

Pencemaran lingkungan dapat diakibatkan oleh :

Limbah padat
Limbah padat merupakan benda atau zat padat yang timbul dari kegiatan manusia yang dibuang karena tidak digunakan. Limbah padat ini biasanya kita kenal sebagai sampah. Jenis sampah yang ada antara lain sampah rumah tangga, pasar, pertokoan, jalan, pabrik, rumah sakit dan konstruksi. Akibat dari sampah yang berlebihan antara lain :
a) tempat hidup dan berkembang biaknya binatang pembawa penyakit seperti lalat, nyamuk dan tikus
b) mengandung bibit penyakit
c) mengandung bahan kimia beracun yang dapat membahayakan kesehatan
d) menyumbat aliran air
e) menyebarkan bau yang tidak enak
f) dapat merusak jembatan dan pipa air

Pencemaran air
Pencemaran air merupakan suatau konsentrasi pencemar tertentu di dalam air pada waktu yang cukup lama dan menimbulkan pengaruh tertentu. Pengaruh terhadap kesehatan manusia sehingga timbul penyakit tertentu dinamakan kontaminasi., jika pengaruhnya terhadap ketersediaan air yang terbatas dan memenuhi syarat, dinamakan pencemaran air. 
Kualitas air dapat diketahui :
a) Secara fisik (bau, warna, temperatur, benda padat, berminyak dan sebagainya)
b) Secara kimia dapat dilihat dari beberapa kandungan kimia baik organik maupun anorganik, seperti :
    -  BOD (Bichemical Oxygen Demand) yaitu sejumlah oksigen yang diperlukan oleh bakteri pengurai           bahan organik pada suhu 20 derajat selama 5 hari
    -  COD (Chemical Oxygen Demand) yaitu sejumlah karbon organik dan jumlah oxygen (Dissolved Demand /DO) keseluruhan 
    -  Kandungan bakteri atau kuman penyakit yang terdapat di dalamnya

Pencemaran udara
Pencemaran udara biasanya diakibatkan oleh buangan emisi atau bahan bakar pencemar. Pencemaran udara ini berdampak terhadap adanya :
1) Efek rumah kaca
Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan gas karbon dioksida ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara, dan bahan organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuh-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.Dampak yang efek rumah kaca terhadap kehidupan di muka bumi adalah terjadinya peningkatan suhu udara sehingga akan terjadi perubahan iklim di dunia. 


Hal-hal yang terjadi jika suhu di bumi meningkat menjadi panas antara lain :
- es di kutub akan mencair, yang mengakibatkan permukaan laut naik, sehingga daerah pantai dan pulau-pulau kecil dapat tenggelam
- udara yang terlalu panas tidak baik untuk tanaman, sehingga pertanian akan rusak dan produksi akan berkurang

2) Kerusakan lapisan ozon
Ozon adalah lapisan udara yang terdapat di stratosfer. Lapisan ozon bersifat menyerap sinar ultraviolet yang berasal dari matahari. Dengan adanya lapisan ozon sinar matahari tidak semuanya jatuh ke permukaan bumi, melainkan hanya sebagian kecil saja sinar ultraviolet yang sampai ke permukaan bumi, sesuai dengan kebutuhan manusia.
Bahaya yang akan ditimbulkan jika sinar ultraviolet menerobos ke permukaan bumi secara berlebihan bagi manusia antara lain :
a) dapat menimbulkan penyakit kanker kuliit
b) dapat menimbulkan penyakit katarak (mata)
c) dapat mengakibatkan tanaman tidak dapat tumbuh

3) Hujan asam
Hujan asam terjadi akibat bercampurnya senyawa sulfat, nitrat dan oksida dengan air hujan. Senyawa tersebut bereaksi dengan air hujan dan menghasilkan senyawa asam sulfat, asam nitrat dan asam bikarbonat. Senyawa-senyawa tersebut biasanya dihasilkan oleh industri seperti pengecoran logam, batu bara dan minyak bumi. 
Dampak yang ditimbulkan terhadap kehidupan manusia antara lain :
a) merusak tumbuh-tumbuhan, dan juga mempengaruhi kehidupan air tawar
b) menyebabkan karat pada logam, merusak marmer dan beton


Sumber : Ilmu Pengetahuan Sosial - Geografi


Friday, February 1, 2013

Kerusakan lingkungan karena proses alam

Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh proses alam antara lain :


  • Letusan Gunung Api

Letusan gunung api merupakan salah satu aktivitas dari vulkanisme. Letusan gunung api merupakan gejala alam. Manusia tidak akan mampu menahan, membendung atau mencegahnya. Kerusakan lingkungan hidup karena letusan gunung api antara lain :

  1. Letusan gunung api melemparkan berbagai   material padat yang terdapat di dalamnya berupa batuan, kerikil, dan pasir yang dapat menimbun, menimpa lahan pertanian, hutan, perkebunan dan sebagainya
  2. Hujan abu vulkanik yang menyertai letusan dapat menyebabkan terganggunya pernafasan, pemandangan menjadi gelap, kotor, menutup tanaman pertanian, perkebunan, hutan dan sebagainya, sehingga mengurangi produksi dan aktivitas manusia
  3. Lava panas (pijar) yang meleleh dapat merusak atau membakar daerah yang dilalui, baik berupa hutan, perkebunan, areal pertanian dan sebagainya, sehingga mengurangi produksi
  4. Awan panas yang berhembus dalam ribuan deraja, dalam kecepatan yang tinggi dapat menewaskan manusia dan makhluk hidup  lainnya
  5. Aliran lahan dapat menyebabkan pendangkalan sungai, atau menyebabkan terjadinya banjir di musim hujan
  6. Gas yang mengandung racun dapat mengancam keselamatan manusia dan hewan yang ada di sekitarnya


  •  Gempa bumi 
Gempa bumi merupakan hentakan lapisan kulit bumi yang bersumber dari lapisan di bagian dalam yang merambat ke permukaan bumi. Getaran gempa bumi yang demikian hebat jika melanda pemukiman padat, maka akan menjadi bencana yang hebat. Pada saat gempa terjadi, beberapa peristiwa sebagai akibat langsung atau tidak langsung di antaranya adalah :

  1. Tanah permukaan menjadi merekah, jalan raya terputus
  2. Akibat goncangan yang hebat maka tanah longsor menimbun segala sesuatu yang berada di bawah
  3. Gempa dapat mengakibatkan bangunan-bangunan roboh
  4. Akibat pengiring gempa adalah terjadinya kebakaran karena sambungan pendek aliran listrik ataupun kompor yang tumpah
  5. Dapat terjadi banjir, karena tanggul atau bendungan yang bobol, bahkan terjadi kebocoran reactor nuklir seperti yang terjadi pada gempa 11 Maret 2011 di Jepang
  6. Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menimbulkan tsunami yang dapat meluluhlantakkan segala sesuatu yang berada di dataran rendah sekitar pantai 

  • Badai Siklun
Siklun atau angin topan, badai, tornado atau nama-nama angin yang sangat kuat yang dapat menghancurkan bangunan, tumbuhan dan segala sesuatu dilalui di permukaan bumi


Sumber : Ilmu Pengetahuan Sosial - Geografi

Arti penting lingkungan bagi kehidupan

          Lingkungan hidup merupakan tempat berinteraksinya makhluk hidup yang membutuhkan suatu sistem jaringan kehidupan. Di dalamnya terdapat berbagai siklus yang menunjang kehidupan seperti siklus energy, siklus air dan siklus udara. Siklus-siklus tersebut merupakan sistem yang mengatur proses keberkelanjutan kehidupan. Selain itu terdapat pula transfer makanan melalui rantai makanan. Jaringan makanan tersebut merupakan pola hubungan rantai makanan yang berangkai.

Tanaman sebagai produsen, merupakan tingkat yang paling rendah, kemudian hewan pemakan tanaman (herbivore), dan terakhir adalah hewan pemangsa hewan lainnya (karnivore). 
Terdapat dua tipe rantai makanan, yaitu :
a.    Rantai makanan yang dimulai dari tanaman hijau – pemakan tanaman – pemakan daging
b.    Rantai makanan yang melalui materi makhluk hidup yang telah mati, yaitu mikroorganisme pengurai

Lingkungan merupakan tempat tinggal semua makhluk hidup. Lingkungan yang nyaman merupakan tempat tinggal yang diperlukan oleh makhluk hidup, sehingga mereka dapat berinteraksi dan berkembang biak untuk meneruskan keturunannya.
        Terdapat tingkatan kelompok makhluk hidup yang hidup dalam suatu wilayah, yaitu :
      Populasi
Yaitu kelompok makhluk hidup yang sejenis yang hidup dan berbiak pada suatu daerah tertentu. Contoh : Populasi manusia di Jakarta, Populasi Banteng di Baluran, Populasi Badak di Ujungkulon dan sebagainya

      Komunitas
Yaitu semua populasi dan berbagai jenis yang menempati suatu daerah tertentu. Di daerah itu tiap populasi berinteraksi satu dengan lainnya. Misalnya : Populasi harimau berinteraksi dengan populasi gajah di Hutan Sumatera Selatan, Populasi ikan mas berinteraksi dengan ikan mujair, dan sebagainya

      Ekosistem
Yaitu tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Ekosistem merupakan hubungan timbal balik yang kompleks antara organisme dan lingkungannya baik yang hidup maupun tak hidup (tanah, air, udara) yang secara bersama-sama membentuk satu system ekologi. Contoh : ekosistem laut, ekosisitem sungai, ekosistem persawahan dan sebagainya

Biosfer
Merupakan lapisan bumi tempat ekosistem berlangsung (beroperasi). Lapisan biosfer hanya tipis yaitu sampai 9.000 m di atas permukaan air laut dan beberapa meter di bawah permukaan tanah dan beberapa meter di bawah permukaan air laut.


Sumber : Ilmu Pengetahuan Sosial - Geografi